Duktus nasolakrimalis, atau saluran air mata adalah kanal
kecil yang berjalan dari sisi medial mata ke hidung dan memungkinkan air
mata yang berlebihan mengalir ke hidung. Saluran ini biasa digunakan
oleh pesulap-pesulap zaman dahulu dan para badut untuk menghibur
penontonnya. Melalui hidung dengan menggunakan teknik tertentu,
benda-benda kecil seukuran biji kacang ijo ataupun benda-benda seperti
permata seukuran mata anting-anting dihirup lalu melewati saluran
tersebut benda tersebut dapat dikeluarkan melalui bawah mata. Cara ini pernah juga digunakan oleh Demian.

Ada
cara lain untuk melakukan efek mata mengeluarkan benda-benda kecil
berdiameter kurang lebih 2 mm atau sebesar biji kacang ijo sampai
seukuran biji jagung yaitu dengan menyelipkannya di balik kulit kelopak
mata bagian atas mata. Orang yang melakukan trik ini harus menunggu
beberapa waktu tertentu agar benda yang diselipkan tersebut bergulir
dengan sendirinya melalui sisi mata dan kemudian muncul lewat bawah
mata. Sejatinya, pada saat kita kelilipan pun benda asing yang masuk
pasti akan keluar sendiri dengan cara seperti itu. Hal itu dimungkinkan
karena gerakan otomatis otot-otot halus di sekitar mata saat kemasukan
benda asing.
Mengenai fenomena mata mengeluarkan kristal
pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1996 pada seorang remaja putri
bernama Hasnah Mohamed dari Libanon. Namun akhirnya diakui bahwa
fenomena tersebut palsu/rekayasa belaka. Kemudian fenomena serupa
dialami Judie Smith, 35 tahun, asal Boston, Inggris, tahun ini. Dia
mengaku mengeluarkan air mata seperti kristal, bening, dan terasa
seperti pasir. Oleh praktisi medis, kasus Jodie terjadi karena ia
menderita
cyctinosis atau penumpukan asam amino
cysteine dari berbagai organ tubuhnya.
Bedanya
yang dialami oleh Judie adalah suatu kelainan genetis dan penumpukan
kristal tersebut di kornea dan conjunctiva (garis dan permukaan mata).
Ukuran kristalnya sangat kecil dan mata akan terasa seperti berpasir.
Selain kasus pada Judie ada 2 kelainan lainnya yaitu
dacryolith dan
conjunctival lithiasis.
Dacryolith adalah batu pada saluran pengeluaran air mata sehingga
menimbulkan benjolan di kulit wajah di bawah kelopak mata. Kalau
dikeluarkan, batu-batu kristal itu berwarna kekuningan dan tidak
beraturan bentuk dan ukurannya serta tidak akan balik lagi ke arah mata.
Sedangkan pada
conjunctival lithiasis adalah
kristal putih tertanam di selaput lendir mata penderitanya. Biasanya
berupa benjolan berwarna kekuningan di bagian dalam kelopak mata.
Umumnya terjadi pada penyakit radang mata yang telah lama dan kronis.
Batuannya paling sebesar 3 milimeter berwarna kusam kekuningan.
Pada
saat saya menonton acara Hitam Putih sore ini yang menampilkan sosok
Tina Agustina, meskipun saya bukan ahli mata ataupun pakar bebatuan
namun saya berani menebak bahwa apa yang terjadi pada dirinya bukanlah termasuk
cyctinosis ataupun
dacryolith dan
conjunctival lithiasis.
Bukan pula sesuatu kejadian mistik atau mistifikasi. Melainkan hanyalah
trik lazim yang digunakan oleh pesulap dan badut dalam menghibur
penontonnya.
For our interest, saya pernah
membaca bahwa National Guilt Of Hypnosis (NGH) USA pernah mengkaji
tentang apa yang disebut oleh mereka sebagai ‘Nusantara Shamman’ atau
praktek perdukunan dan klenik di Indonesia. Kesimpulannya hanya satu,
bagaimanapun juga si ‘paranormal’ atau praktisi klenik memiliki banyak
cara untuk menanamkan sugesti kepada klien-nya yang antara lain
melakukan trik-trik yang terkesan ajaib seperti telur yang dipakai untuk
mengobati pasiennya yang ketika dipecahkan maka akan keluarlah darah
kotor, beling kawat dan lain sebagainya. Termasuk mata yang mengeluarkan
benda-benda tertentu yang pada intinya agar si pasien / khalayak takjub
lalu percaya pada sugesti si dukun. Sugesti pada orang yang percaya
(meskipun apa yang dilakukan tersebut hanyalah suatu kebohongan) pasti
akan diterima oleh akal bawah sadar si pasien maka terjadilah
kesembuhan.
Nah kembali lagi pada kasus si Tina, di balik
apa motivasinya melakukan hal tersebut, apakah untuk tujuan bisnis
ataupun hanya mencari sensasi belaka hendaklah dikritisi secara serius
sebab kebohongan publik seperti ini hanyalah membodohi masyarakat saja.
Dan kasihan bagi pelakunya, suatu kebohongan yang dilontarkan akan
melahirkan kebohongan-kebohongan baru yang entah sampai kapan...